13 Oktober 2009


Nama saya Sukron Abdilah. Saya merupakan alumni jurusan BPI angkatan 2002. Tetimoni tentang jurusan BPI kali ini adalah, ada ilmu bertebaran di jurusan ini. Berkat ilmu yang diberikan selama kuliah, saya terpecut untuk menjadi penulis. Pertama kali saya menulis dimulai sejak akhir 2004. Tak terasa, Desember 2009 nanti 5 tahun saya telah menulis puluhan artikel kebudayaan, agama, politik, Sosial dan lingkungan. Menulis, bagi saya sudah menjadi kebiasaan dan kesederhanaan adalah filosofi menulis yang saya pegang sampai hari ini. Kendati, tidak sedikit saya juga memiliki kekurangpuasan terhadap tulisan yang dipublikasikan media. Sekarang saya sadar, menjadi penulis membutuhkan keikhlasan, karena bukan hanya uang yang dijadikan tujuan. Melainkan kepuasan eksistensial.

Saya berhutang budi kepada guru saya, Wapemred PR, H. Budhiana, Rahim Asyik, Samuel Lantu, H. Wakhudin, dan pihak redaksi Kompas Jabar. Saya juga berterima kasih kepada Sekretaris Jurusan BPI, Aep Kusnawan, beliau telah memotivasi saya untuk bergelut di dunia kepenulisan. Kepada pihak media, saya sangat senang dan gembira, karena selama menjadi mahasiswa dulu, Koran banyak membantu menguatkan kondisi keuangan saya. Sehingga saya bisa memborong buku, beli baju, sandal, kantong, dan perangkat computer. Bahkan, ketika sebuah penerbitan meminta menulis buku juga, diawali dengan perkenalan sang editor dengan saya via Koran di HU Pikiran Rakyat.

Artikel saya pernah dimuat di HU Pikiran Rakyat, Kompas Jawa Barat, Galamedia, Tribun Jabar, SINDO, SKM Medikom, Majalah Suara Muhammadiyah, Percikan Iman, Gema Mujahidin, Jurnal Observasi. Di bawah ini terlampir daftar karya tulis yang pernah dimuat Koran dan majalah yang berhasil saya kumpulkan wujud fisiknya. Sebenarnya ada banyak tulisan saya, di harian Online, weblog pribadi, dan web komunitas. Bahkan, ada juga tulisan saya yang pernah dimuat beberapa harian, tapi tak berhasil diperoleh data kerasnya.

1.Atur Waktu untuk Raih Cita-Cita (HU Galamedia, Desember 2004)

Karya Tulis Tahun 2005
2.Sikap Pelajar pada Alam (HU Galamedia, April 2005)
3.Zikrullah dan “Zikir Sosial” (HU Pikiran Rakyat, Juli 2005)
4.Kearifan Budaya Sunda (HU Pikiran Rakyat, Juli 2005)
5.Salat, Resep Obat Penenang Jiwa (HU Pikiran Rakyat, September 2005)
6.Pendidikan, Kado untuk Bangsa (HU Pikiran Rakyat, November 2005)
7.Keluarga, Tempat Perlindungan Anak (HU Pikiran Rakyat, Desember 2005)

Karya Tulis Tahun 2006
8.Hadapi Musibah dengan Tabah (HU Pikiran Rakyat, Januari 2006)
9.Hargai Kearifan Ekologis Masyarakat (HU Kompas Jabar, Mei 2006)
10.Permainan Rakyat Sunda Edukatif (HU Kompas Jabar, Juni 2006)
11.Hidupkan Kembali “Leuweung” (HU Kompas Jabar, Agustus 2006)
12.Agustusan Pertegas Budaya Bangsa (HU Kompas Jabar, Agustus 2006)
13.Falsafah Kesundaan “Ngabuburit” (HU Kompas Jabar, September 2006)
14.Menakar Moralitas Pers Bangsa (SKM Medikom, Mei 2006)
15.Menimbang Eksistensi Koperasi (SKM Medikom, April 2006)
16.Cerdas dan Cermat Kelola Hidup (HU Pikiran Rakyat, November 2006)
17.Jangan Biarkan Warga Kelaparan (HU Pikiran Rakyat, Agustus 2006)
18.Waspadai Sampah Berlalat (HU Pikiran Rakyat, Mei 2006)
19.Sayangilah Anakmu (HU Pikiran Rakyat, Juni 2006)
20.Mudik, Kembalikan Jati Diri (HU Pikiran Rakyat, Oktober 2006)
21.Merindukan “Kanyaah Indung” (HU Pikiran Rakyat, Desember 2006)
22.Bekerjalah untuk Hidup (HU Pikiran Rakyat, Juli 2006)
23.Mari Berhemat Air (HU Pikiran Rakyat, April 2006)
24.“Curi-Curi” Cari Kesempatan (HU Pikiran Rakyat, September 2006)
25.“Quo Vadis” Air (Sungai) Citarum (HU Pikiran Rakyat, Desember 2006)
26.Kesenjangan di Tengah Krisis (SKM Medikom, Juni 2006)
27.Pesantren, Santri dan Modernitas (SKM Medikom, Juli 2006)
28.Gilir Giling Debit Air, Penting (HU Pikiran Rakyat, Juli 2006)

Karya Tulis Tahun 2007
29.Kaulinan Barudak Sunda (HU Pikiran Rakyat, Februari 2007)
30.Elastisitas Diri Ki Semar (HU Kompas Jabar, September 2007)
31.Luhungna Pantun Sunda (HU Kompas Jabar, Mei 2007)
32.Relasi Sosial Urang Sunda Semestinya (HU Kompas Jabar, November 2007)
33.Menggagas Pemahaman Multikultural (HU Kompas Jabar, Januari 2007)
34.“Sabilulungan” Tidak Punah? (HU Kompas Jabar, Juni 2007)
35.Watak Si Cepot buat Bangsa (HU Kompas Jabar, Juli 2007)
36.Tahun Hijriyah dan Semangat Perubahan (HU Pikiran Rakyat, Januari 2007)
37.Wudlu Lingkungan (HU Pikiran Rakyat, Januari 2007)
38.Semangat Berbagi di Bulan Rayagung (HU Pikiran Rakyat, 2007)
39.Pendidikan for All, Penting! (SKM Medikom, Mei 2007)
40.“Ngeunteung” Diri pada Si Kabayan (HU Kompas Jabar, Juni 2007)
41.Puasa dan Kemanusiaan (HU Pikiran Rakyat, September 2007)
42.Nasionalisme Mojang dan Jajaka (HU Kompas Jabar, Desember 2007)
43.Semangat Juang “Agustusan” (HU Pikiran Rakyat, Agustus 2007)
44.Membangkitkan Daya Hidup Bangsa (HU Pikiran Rakyat, Mei 2007)

Karya Tulis Saya Tahun 2008
45.Glokalisasi Urang Sunda (HU Kompas Jabar, Juni 2008)
46.Intelektualisme Muhammad Iqbal (HU Pikiran Rakyat, Mei 2008)
47.Mengakrabi Alam Ciptaan-Nya (HU Pikiran Rakyat, September 2008)
48.Puasa, Lahirkan Kepedulian Sosial (HU Pikiran Rakyat, September 2008)
49.Film Fitna yang Provokatif (HU Pikiran Rakyat, April 2008)
50.Cimanuk dan Bahasa Sunda (HU Kompas Jabar, April 2008)
51.“Pancakaki”, Silaturahim Urang Sunda (HU Kompas Jabar, November 2008)
52.Mengarifi Musim Hujan (HU Kompas Jabar, November 2008)
53.Tidak Ada Priveleges buat Koruptor (HU SINDO, Juli 2008)
54.Hermeneutika Naskah Sunda (HU Kompas Jabar, Juli 2008)
55.Nyanyian Religius Urang Sunda (HU Kompas Jabar, Mei 2008)
56.Harmonisasi Sunda dan Jawa (HU Kompas Jabar, Mei 2008)
57.Belajar Berdemokrasi dari Desa (HU Kompas Jabar, Agustus 2008)
58.Kolektivisme dalam Munggahan (HU Kompas Jabar, Agustus 2008)
59.“Kaulinan Barudak” Ketika Musim Hujan (HU Kompas Jabar, Januari 2008)
60.Bahasa dan Cerita “Monyet Jeung Kuya” (HU Kompas Jabar, Maret 2008)
61.Pemimpin Moralis dan Etika Politik Islam (Majalah SM, Juni 2008)
62.Dakwah Cyber di Era Informasi (Majalah SM, September 2008)
63.Sunda Kini dan Bahasa (HU Kompas Jabar, Desember 2008)

Karya Tulis Tahun 2009
64.Puasanya Manusia Beradab (HU Pikiran Rakyat, Agustus 2009)
65.Sunda dan Kemajemukan Budaya (HU Kompas Jabar, Juni 2009)
66.Industri Kreatif di Era Informasi (HU Tribun Jabar, Januari 2009)
67.Menyoal The Death University (HU Pikiran Rakyat, Februari 2009)
68.Ospek dan Relasi Tuan Budak (HU Pikiran Rakyat, Februai 2009)
69.(Si)Sindiran buat Caleg (HU Kompas Jabar, April 2009)
70.Musik (Berbudaya) Pop Sunda (HU Kompas Jabar, Maret 2009)
71.Sedekahnya Para Pemimpin (HU Pikiran Rakyat, April 2009)
72.Tafakur Tahun Baru (HU Pikiran Rakyat, Januari 2009)
73.Lembur dan Sastra Sunda (HU Kompas Jabar, Mei 2009)
74.Berzakatlah (HU Pikiran Rakyat, Oktober 2009)
75.Misi Suci “Human Rescue” (HU Pikiran Rakyat, Oktober 2009)

Semoga target 80 tulisan selama 5 tahun menjadi penulis dapat tercapai. Kalaupun tidak tercapai, saya masih dapat bergembira karena ada rumah virtual saya, di http://sakola-sukron.blogspot.com yang siap menampungnya. Selamat berjuang…menulis adalah tandanya orang beradab, seperti sering dibilang teman saya, Ibn Ghifarie, yang hari ini kian sumringah karena kehadiran sang Ade BA alis Ibnu Cilik si bayi mungil.

Buku, untuk sekarang, baru sebatas buku-buku populer yang saya tulis. Dahsyatnya Shalat Dhuha (cetakan keenam, DAR!Mizan), La Tahzan for Teen's Love (DAR!Mizan), dan Energi Shalat (Mizania, 2009), disamping menjadi ghost writer beberapa buku keagamaan. Buku tersebut ditulis dengan nama pena, Sabil el-Ma'rufie. Untuk yang menggunakan nama Sukron Abdilah, pada tahun 2006, ketika menjadi mahasiswa adalah: Agar Cintamu Nggak Bikin Bete (2006), dan Hidup Sehat ala Punk-Hardcore (DAR!Mizan, 2006). Ke depan, insyaallah bersama pak Aep Kusnawan, saya sedang menyusun buku tentang Teknologisasi Media Bimbingan, KOnseling dan Penyuluhan Islam.

01 Oktober 2009

Layanan bimbingan spiritual bagi pasien semakin diakui memiliki peran dan manfaat yang efektif bagi penyembuhan. Bahkan di tangan para rohaniawan rumah sakit yang profesional, kontribusi bagi proses penyembuhan pasien mencapai 20-25 %. Dari proses komunikasi yang dibangun oleh para rohaniawan rumah sakit para pasien bisa memulihkan kondidi psikologisnya.

Peningkatan kualitas sumber daya rohaniawan rumah sakit menjadi pilihan mutlak rumah sakit, bahkan harus menjadi bagian dari hospital bussines plan yang tidak diabaikan. Namun, pada kenyataanya, masih sedikit rohaniawan rumah sakit terutama rumah sakit Islam yang menyadari arti penting pendekatan konseling dan psikologis dalam memberikan bimbingan spiritual kepada pasien.

Maka harus ada pelatihan bagi para pembimbing di setiap instansi Rumah Sakit. Pada pelatihan ini harus mengangkat tentang peran Agama dalam proses penyembuhan pasien, problematika Psikologis pasien, Interpersonal Communication Skill, serta curah gagasan & Brainstorming pengembangan profesi rohaniawan Rumah Sakit. Harapannya dengan pelatihan ini wahana tukar gagasan untuk terbentuknya wadah profesi rohaniawan rumah sakit dapat terwujud.

Tidak hanya sebatas itu, namun membangun jaringan antar profesi rohaniawan Rumah sakit. Dan, Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan satu dari sekian jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang bisa merealisasikan bentuk-bentuk pelatihan bagi para pembimbing spiritual.

Bahkan, menurut salah seorang alumni BPI angkatan 2002, para lulusan BPI harus ada yang melakukan pelatihan terapi Doa bagi kesembuhan sang pasien yang sedang sakit. Sebab, dengan tinggi dan kuatnya tekanan hidup (seperti mahalnya BBM) disinyalir warga yang beragama, akan mengantisipasi tekanan tersebut sebagai - self defend mechanism — dengan melakukan komunikasi transcendental dengan Tuhan.




Semangat belajar bagi siswa/siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) mutlak diperlukan.

Bagi lulusan jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Bandung, itu merupakan tantangan yang perlu disikapi dengan pengadaan pelatihan-pelatihan motivasi. Dengan demikian, siswa/siswi dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan menyenangkan. Islam, sebagai landasan pemberian konseling di lembaga pendidikan mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu secara sungguh-sungguh (mujahadah).

Berdasarkan hal itulah, alumni jurusan BPI angkatan 2002, khususnya kelas C, hendak mengadakan pelatihan Life Motivation bagi siswa/siswi SMA. Seperti diungkapkan oleh Resmawan, seorang guru BP SMA di daerah Ciwidey, “diperlukan format pelatihan life motivation berlandaskan ajaran Islam bagi siswa/siswi SMA agar mereka dapat memahami bahwa belajar merupakan misi suci agama Islam. Dengan begitu, diharapkan prestasi murid dapat meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.”

Bagi alumni jurusan BPI angkatan 2002 ini, pandangan murid kepada guru BP bagaikan polisi sekolah yang hanya mengurusi siswa/siswi bermasalah. Akibatnya, murid enggan berurusan dengan guru BP, karena mereka menganggap murid yang keluar dari ruangan BP adalah murid bermasalah. “Ini terlihat dari pertama kali saya menanggungjawabi persoalan kesiswaan. Mereka, ketika pertama kali dipanggil oleh saya ada semacam perilaku inferior sehingga terkesan saya seperti penginterogasi”, ungkap Resmawan, yang kebetulan merupakan alumni BPI UIN Bandung angkatan 2002.

Bagi ustadz muda yang rajin berceramah ini juga, jurusan BPI mestinya mampu memberikan life skill dalam memotivasi klien dengan menggunakan alat multimedia seperti yang terdapat dalam pelatihan motivasi. Ia memberikan contoh, pelatihan ESQ Ary Ginanjar Agustian, mampu berefek pada audiens karena menggunakan bantuan media. Presentasi menggunakan power point, infokus, dan latar ruangan yang gelap, serta musik-musik penyemangat secara tidak langsung memberikan efek positif bagi siswa untuk mencerna materi yang disampaikan.

Ketika ditanya soal apa yang harus diberikan oleh jurusan BPI UIN Bandung bagi alumninya yang berprofesi sebagai guru BP ini, ia menjawab “jurusan harus mendukung program kreatif yang dilakukan alumninya di sebuah lembaga pendidikan. Misalnya, mengumpulkan alumni dan memberikan wawasan seputar pelatihan life motivation. Metode muhasabah dengan diiringi musik klasik, misalnya, dapat menyadarkan siswa terhadap peran eksistensialnya di sekolah.” (bpinews/redaksi)***


;;